"Mari Kita Bangun Indonesia Melalui Sikap Positif Berbahasa"

Bahasa

Bahasa dalam rambu-rambu lalu lintas

Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Berdasarkan media yang digunakan, ragam bahasa dibedakan menjadi dua macam yaitu ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis. Rambu-rambu lalu lintas merupakan salah satu contoh ragam bahasa tulis karena di dalamnya memanfaatkan kata, frase, kalimat, dan tanda baca sebagai media penyampaian pesan. Rambu-rambu lalu lintas biasanya berisi himbauan atau aturan bagi para pengguna jalan.

Berdasarkan pengamatan saya terhadap rambu-rambu lalu lintas di beberapa lokasi, ternyata saya masih menemukan beberapa pemakaian bahasa yang kurang tepat. Kesalahan tersebut terjadi pada penggunaan istilah sabuk keselamatan misalnya dalam kalimat Anda ingin selamat? Gunakan sabuk keselamatan. Pada contoh tersebut penggunaan istilah sabuk keselamatan kurang tepat. Hal itu dikarenakan kalimat tersebut seakan-akan menyiratkan bahwa sabuk keselamatan dapat menjamin keselamatan pemakainya, padahal fungsi sabuk itu hanya sebagai alat pengaman saja atau dengan kata lain tidak menjamin pemakainya pasti selamat. Jadi, istilah yang lebih tepat untuk konteks kalimat tersebut yakni sabuk pengaman. Istilah sabuk pengaman sejalan dengan satuan pengaman (satpam), jaring pengaman, dan kursi pengaman (bagi pilot).

Penggunaan bahasa yang kurang tepat juga terjadi pada rambu-rambu lalu lintas yang biasa dipasang di persimpangan jalan. Dalam rambu-rambu tersebut biasanya ditulis Belok kiri, jalan terus. Frase jalan terus membuat kalimat itu rancu. Jalan terus berarti berjalan lurus ke depan. Jadi, bagaimana mungkin, kendaraan yang hendak berbelok ke arah kiri diharuskan untuk mengambil arah yang lurus?

Maksud kalimat pada rambu itu sebenarnya adalah kendaraan yang hendak berbelok ke arah kiri dipersilakan langsung jalan, tanpa mengindahkan warna lampu lalu lintas yang menyala. Jadi, sebaiknya kalimat pada rambu itu diubah menjadi Belok kiri, langsung. Kalimat Belok kiri, langsung  lebih efektif dan lebih tepat jika dibandingkan dengan kalimat Belok kiri, jalan terus.

Kita tentunya sepakat bahwa fungsi utama bahasa adalah sebagai sarana komunikasi. Jadi, penggunaan bahasa yang terpenting adalah pesan dari penutur dapat dipahami oleh lawan tuturnya. Akan tetapi tentunya kita juga sepakat bahwa selain pesan itu dapat tersampaikan dengan baik, juga tetap memperhatikan kaidah kebahasaan yang berlaku.

————————————————————————————————————————————————————————

Bahasa dan Karikatur

Setiap kali membaca sebuah surat kabar khususnya dalam rubrik opini, biasanya kita akan menemukan gambar dalam bentuk karikatur. Semula karikatur hanya merupakan selingan atau ilustrasi belaka, namun pada perkembangan selanjutnya, karikatur dijadikan sarana untuk menyampaikan “kritik yang sehat”. Karikatur adalah bagian dari kartun yang digambarkan dalam bentuk fiktif atau deformasi dari tokoh tertentu yang mempunyai tujuan untuk menyindir, mengkritik, mengimbau atau menyarankan kepada objek sasarannya. Penyampaian pesan biasanya dilakukan dengan gambar-gambar lucu dan menarik. Karikatur biasanya diciptakan sebagai reaksi terhadap peristiwa atau fenomena tertentu misalnya seperti kasus  Bank Century, kasus Hambalang, korupsi, dan lain sebagainya.

Karikatur pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni karikatur verbal dan karikatur nonverbal. Karikatur verbal yaitu karikatur yang dalam visual gambarnya memanfaatkan unsur-unsur verbal seperti kata, frase dan kalimat, di samping gambar tokoh yang didistorsikan, sedangkan karikatur nonverbal, cenderung memanfaatkan gambar sebagai bahasa bertutur agar pesan dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

Kartunis sering memanfaatkan bahasa sebagai pendukung karyanya guna mempertegas pesan yang ingin disampaikan. Bahasa yang digunakan biasanya menggunakan jenis tuturan tidak langsung. Hal tersebut dimaksudkan agar sasaran atau pihak yang ada dalam gambar tidak merasa tersinggung tetapi pesan tetap dapat tersampaikan dengan baik.

———————————————————————————————————————————————————————-

Kata Kurban dan Korban

Setiap kali menyambut Idul Adha, kita sering menemukan sebuah kata yang ditulis dengan ejaan yang berbeda. Kata tersebut yaitu kata kurban dan korban. Lalu timbul suatu pertanyaan manakah dari kedua kata tersebut yang benar dan bagaimana penggunaannya?

Kata kurban dan korban sebenarnya berasal dari kata yang sama dari bahasa Arab, yaitu qurban. Dalam perkembangannya qurban diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan dan dengan perkembangan makna. Pengertian yang pertama ialah ‘persembahan kepada Tuhan (seperti kambing, sapi, dan unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji)’ atau pemberian untuk menyatakan kesetiaan atau kebaktian’, sedangkan makna yang kedua adalah ‘orang atau binatang yang menderita atau mati akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dan sebagainya. Kata qurban dengan pengertian yang pertama dieja menjadi kurban (dengan huruf /u/), sedangkan untuk pengertian yang kedua, dieja menjadi kata korban (dengan huruf /0/). Kata yang semula memakai huruf /q/ disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi huruf /k/.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kata kurban dan korban merupakan kata baku akan tetapi harus dibedakan dalam pemakaiannya. Perbedaan pemakaian kedua kata tersebut akan tampak jelas seperti pada contoh berikut.

(1)   Daging kurban itu akan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima. (tepat)

(2)   Daging korban itu akan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima. (tidak tepat)

(3)   Jumlah korban yang tewas dalam kecelakaan tersebut sebanyak dua orang. (tepat)

(4)   Jumlah kurban yang tewas dalam kecelakaan tersebut sebanyak dua orang. (tidak tepat)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: